Ruben Onsu Tanggapi Keluhan Sarwendah Soal WA ‘Centang Satu’

Jakarta, dynamiccity Indonesia

Ruben Onsu

menanggapi keluhan Sarwendah yang mengaku bahwa pesan WhatsApp dari perempuan tersebut soal pemberitahuan alamat kediaman barunya dan anak-anak ke presenter itu hanya “centang satu” alias tidak sampai.

Menurut Ruben, dirinya sudah berganti nomor kontak. Namun ia sudah mengabari anak-anaknya soal perubahan nomor kontak tersebut.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

“Kan saya ganti nomor, anak-anak juga tahu. Jadi mungkin karena handphone anak-anak pasti beliau juga pegang, jadi harusnya bisa cek juga sih,” kata Ruben santai di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan pada Rabu (22/7).

“Sebenarnya kalau ada yang ingin disampaikan juga ke pihak lawyer juga bisa kan,” lanjutnya.

Sarwendah sebelumnya mengungkapkan isi pesannya yang “centang satu” ke Ruben pada 21 Juli 2026 kepada awak media sebelum mereka menjalani mediasi hak asuh anak di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Rabu (22/7).

Dalam tangkapan layar tersebut, pesan yang diklaim dikirim Sarwendah kepada Ruben tertulis ”

hai pagi, aku mau kasih tahu kalau kami sudah pindah rumah ya. Aku infoin supaya kamu tahu alamat domisili terbaru anak-anak, jadi kalau nanti ada keperluan yang berkaitan dengan mereka akan lebih mudah

.”

Ruben mengaku tidak mengetahui alamat baru domisili Sarwendah dan anak-anak mereka. Namun ia yakin mereka pindah ke lokasi yang lebih baik.

Sementara menurut Sarwendah, salah satu alasan ia dan anak-anak pindah dari rumah mewah di Cilandak, Jakarta Selatan, adalah karena tak lagi merasa aman lantaran rumah tersebut didatangi oleh penagih utang.

Sarwendah mengaku langkah kepindahan tersebut sebagai bagian dari upaya menciptakan lingkungan yang lebih tenang bagi kedua anaknya di tengah polemik dengan Ruben Onsu.

“Antara nyaman sama main aman kan beda tipis,” kata Ruben menanggapi alasan kepindahan Sarwendah.

Rumah yang sebelumnya ditempati Sarwendah dan anak-anak itu sempat disinggung kubu Ruben Onsu dibangun di atas utang yang diambil presenter itu ke bank senilai Rp10 miliar, demi memenuhi keinginan Sarwendah untuk merenovasi rumah.

“Ruben mendapatkan pinjaman senilai Rp10,1 miliar untuk biaya kontraktor dan renovasi. Meskipun kontraktornya adalah keluarga Sarwendah, yang membayar tetap Ruben,” lanjutnya seperti diberitakan pada Selasa (21/7).

“Ruben rutin mentransfer uang ke rekening ayah Sarwendah sebesar Rp250 juta sebanyak 46 kali transfer. Total biaya yang dikeluarkan untuk kontraktor saja mencapai Rp11,1 miliar,” lanjutnya.

Di tengah polemik soal rumah hingga nafkah, Ruben Onsu dan Sarwendah kini tengah menjalani proses gugatan hak asuh anak. Keduanya akan menjalani agenda mediasi kedua pada 6 Agustus 2026. Agenda mediasi sendiri dijadwalkan akan berlangsung selama maksimal 30 hari.

(van/end)

Add

as a preferred

source on Google

[Gambas:Video dynamiccity]

Baca lagi: FOTO: Trump Kesulitan Lindungi 50 Ribu Tentara AS dari Serangan Iran

Baca lagi: Ong Seong-wu Blak-blakan Debut Jadi Villain di Spooky in Love

Baca lagi: Trump Klaim Iran Ragu Gencatan Senjata dengan AS

2 Responses

  1. Wah, penjelasan yang luar biasa informatif. Sangat mencerahkan pikiran saya mengenai topik ini. Bagi yang sedang mencari bacaan pendukung, silakan kunjungi https://blog.dma.org/page/88/?detail%2F297307881_htm
    https://blog.dma.org/page/88/?detail%2F2320054532_htm
    https://blog.dma.org/page/88/?detail%2F2320744417_htm
    https://blog.dma.org/page/88/?detail%2F296976769_htm
    https://blog.dma.org/page/88/?detail%2F297083647_htm
    https://blog.dma.org/page/88/?detail%2F2320539442_htm
    https://blog.dma.org/page/88/?detail%2F297598718_htm
    https://blog.dma.org/page/88/?detail%2F2320230849_htm
    https://blog.dma.org/page/88/?detail%2F297380767_htm
    https://blog.dma.org/page/88/?detail%2F2320010038_htm
    https://blog.dma.org/page/88/?detail%2F297151729_htm
    https://blog.dma.org/page/88/?detail%2F2320194285_htm
    https://blog.dma.org/page/88/?detail%2F296903891_htm
    https://blog.dma.org/page/88/?detail%2F297337906_htm
    https://blog.dma.org/page/88/?detail%2F296992091_htm
    https://blog.dma.org/page/88/?detail%2F297605001_htm
    https://blog.dma.org/page/88/?detail%2F2320631288_htm
    https://blog.dma.org/page/88/?detail%2F2320076777_htm
    https://blog.dma.org/page/88/?detail%2F297630108_htm
    https://blog.dma.org/page/88/?detail%2F2320058765_htm
    https://blog.dma.org/page/88/?detail%2F296933778_htm
    https://blog.dma.org/page/88/?detail%2F2320052466_htm
    https://blog.dma.org/page/88/?detail%2F296985672_htm
    https://blog.dma.org/page/88/?detail%2F297490337_htm
    https://blog.dma.org/page/88/?detail%2F297635282_htm
    https://blog.dma.org/page/88/?detail%2F2320505738_htm
    https://blog.dma.org/page/88/?detail%2F297519019_htm
    https://blog.dma.org/page/88/?detail%2F297595842_htm
    https://blog.dma.org/page/88/?detail%2F2320371849_htm
    https://blog.dma.org/page/88/?detail%2F297121448_htm

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Kamu mungkin juga menyukai: